Tanya Jawab #2

VAKSIN TT (Tetanus toksoid)

1. Mengapa vaksin TT harus diberikan pada wanita yang akan menikah ?
Sebenarnya target pemberian imunisasi TT ini adalah bukan wanita yang akan menikah saja, tapi adalah wanita usia subur. Tujuan pemberian imunisasi TT pada wanita usia subur adalah untuk meng-eliminasi penyakit tetanus pada bayi baru lahir (tetanus neonatorum). Pemberian imunisasi TT ini dalam beberapa jenjang yang dapat dicapai seperti murid perempuan kelas 6 SD, saat akan menikah, dan pada saat hamil.

2. Apakah vaksin TT juga diberikan kepada laki-laki dewasa ?
Vaksin TT juga dapat diberikan pada laki-laki dewasa. Karena hal ini dapat melindunginya dari bahaya penyakit tetanus. Di Indonesia pemberian imunisasi TT pada laki-laki dewasa tidak termasuk dalam program imunisasi yang wajib, tetapi biasanya diberikan bila seseorang menderita luka yang cukup dalam dan berisiko menimbulkan tetanus.

3. Adakah batas maksimal imunisasi TT, mengingat seseorang mungkin saja terjaring pada saat kelas 6 SD, akan menikah dan ketika saat hamil ?
Pemberian imunisasi dasar DTP 3 kali dapat dikonversikan mendapat TT 2 kali. Bila ditambah dengan 1 kali booster akan memberikan proteksi minimal 5 tahun. Bila ditambah dengan dosis ke-4, diharapkan akan memberikan proteksi selama 10 tahun. Dan bila kemudian diberikan TT dosis ke-5 diharapkan dapat memberikan proteksi seumur hidup (20 tahun lagi). Jadi bukan batas maksimal, melainkan pemberian imunisasi TT 5 kali sudah cukup memberikan proteksi yang lama.

VAKSIN POLIO

1. Sebenarnya berapa kalikah diberikannya vaksinasi polio pada bayi baru lahir ?
Sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan, yaitu 3 kali dengan interval 1 bulan, yang didahului dengan 1 dosis lahir (birth dose). Sehingga totalnya 4 kali.

2. Adakah batas maksimal pemberian imunisasi polio pada balita?
Sebenarnya tidak ada batas maksimal. Apalagi bila suatu negara mengalami suatu KLB polio, maka akan diadakan beberapa kali PIN di negara tersebut. Di India telah diadakan PIN lebih dari 40 kali sebagai upaya memberantas penularan virus polio.

3. Apakah benar adanya berbagai kejadian penyakit dan kematian yang timbul setelah PIN polio di Indonesia ?
Kejadian penyakit & kematian yang timbul setelah PIN polio tersebut hingga saat ini belum ada yang terbukti jelas ditimbulkan karena kurang baiknya mutu vaksin. Namun karena vaksin ini diberikan pada seluruh balita yang ada di Indonesia, maka tentu saja tidak dapat menyingkirnya adanya kejadian penyakit tertentu di suatu daerah yang akan terus berlangsung dari hari kehari. Hal ini disebut sebagai suatu kejadian yang koinsidentil. Dimana suatu kejadian penyakit atau kematian yang timbul setelah imunisasi yang diberikan secara benar, tidak berhubungan dengan vaksin itu sendiri, tetapi dihubungkan karena waktu kejadian semata (timbul setelah imunisasi).

4. Bila balita kita telah dimunisasi 4 kali sesuai dengan rekomendasi Departmen Kesehatan, apakah perlu mengikuti PIN lagi ?
HARUS. Walaupun putra/putri anda telah lengkap mengikuti jadwal imunisasi dasar polio, tetap berkewajiban mengikuti PIN. Karena yang ditekan-kan di sini bukanlah kekebalan perorangan, tetapi bagaiman dengan PIN kita memutus rantai penularan dari virus polio. Sehingga pada saat yang bersamaan harus diberikan di seluruh wilayah tertentu, dengan demikian diharapkan dapat memutus rantai penularan virus polio.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: